“PERANG BESAR DI ALINGKA! AKSI SPEKTAKULER DRAMA RAMAYANA OLEH SISWA XI F1 SMA AL AMIN”

Mei 21, 2026 | Berita

Suasana penuh semangat dan heroisme terasa dalam penampilan drama kolosal bertema Ramayana: Pembebasan Dewi Sinta yang dibawakan oleh siswa kelas XI F1 SMA Al Amin sebagai tugas akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia. Drama yang dibimbing oleh Ibu Abdillah Mariana atau yang akrab disapa Bu Rina tersebut sukses memukau penonton dengan alur cerita yang menegangkan, penuh perjuangan, dan sarat nilai moral.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan siswa dalam berbicara, berekspresi, bekerja sama, dan berani tampil di depan umum. Melalui drama, siswa diberi kesempatan untuk mengasah kreativitas sekaligus memahami pesan-pesan kehidupan yang terkandung dalam sebuah cerita. Kisah Ramayana dipilih karena merupakan cerita legendaris yang mengandung nilai kesetiaan, keberanian, perjuangan, dan pengorbanan.

Dalam drama tersebut diceritakan bahwa Dewi Sinta ditawan oleh Rahwana di kerajaan Alingka. Rama yang sangat mencintai Dewi Sinta kemudian mengutus Anoman untuk pergi ke Alingka demi menyelamatkannya. Namun usaha Anoman belum berhasil karena kuatnya kekuasaan Rahwana dan pasukannya. Demi membebaskan Dewi Sinta, Rama bersama Anoman dan para prajurit akhirnya melakukan penyerangan besar ke Alingka. Adegan peperangan, perjuangan para prajurit, hingga usaha Rama menyelamatkan Dewi Sinta menjadi bagian paling menarik yang membuat penonton terpukau.

Untuk menampilkan drama terbaik, siswa kelas XI F1 melakukan berbagai persiapan dengan penuh semangat. Setiap pulang sekolah, mereka rutin berlatih bersama di ruang kelas XI F1. Mulai dari latihan dialog, penghayatan karakter, pengaturan adegan perang, ekspresi tokoh, hingga penyiapan kostum dan properti dilakukan secara bersama-sama. Meskipun latihan dilakukan setelah jam pelajaran berakhir, siswa tetap antusias dan saling mendukung demi kesuksesan penampilan mereka.

Di bawah bimbingan Bu Rina, siswa tidak hanya belajar bermain drama, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya menghargai peran setiap anggota tim. Selama latihan berlangsung, suasana penuh semangat dan kekompakan terlihat jelas dari usaha para siswa dalam mempersiapkan setiap adegan dengan maksimal.

Hasil dari kegiatan tersebut sangat membanggakan. Penampilan drama Ramayana berlangsung meriah dan mampu menghidupkan suasana panggung. Para siswa berhasil memainkan tokoh dengan penuh penghayatan sehingga cerita terasa hidup dan menarik untuk disaksikan. Selain menghibur, drama ini juga memberikan pesan moral tentang pentingnya kesetiaan, keberanian melawan kezaliman, serta semangat memperjuangkan kebenaran.

Kepala sekolah, Bapak Khoirul Ihwan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada siswa kelas XI F1 atas kerja keras dan kreativitas mereka dalam menampilkan drama tersebut. Beliau berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sebagai media pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Menurut beliau, melalui drama siswa dapat belajar membangun rasa percaya diri, keberanian tampil, kemampuan komunikasi, dan kerja sama yang sangat bermanfaat dalam kehidupan.

Penampilan drama Ramayana oleh siswa kelas XI F1 menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dikemas secara menarik dan penuh makna. Dengan latihan yang sungguh-sungguh, kekompakan tim, dan bimbingan guru, siswa mampu menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan inspirasi dan nilai-nilai positif bagi semua yang menyaksikannya.